Pengertian : Merkantilisme adalah sistem perdagangan ingin memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dalam bentuk logam mulia dengan campur tangan pemerintah.
Ciri-ciri : Proteksi, Nasionalisme, monopoli, dan intervensi pemerintah atau adanya campur tangan pemerintah.
Pelaksanaan merkantilisme :
1. Perancis
Pada masa Jean Colbertisme, mentri keuangan Raja Louis XIII menerapkan Colbertisme. Berikut adalah kebijakan-kebijakan yang diambil :
- Menghapus bea cukai dalam negeri/ ekspor
- Bea cukai barang impor mahal
- Melarang ekspor barang penting
- Menekan upah buruh sehingga biaya produksi kecil
- Membeli kredit untuk usaha kecil
Hal ini sebagai penerapan dari ciri merkantilisme "proteksi".
2. Inggris
Pada masa Henry VIII. Inggris sebgai pelopor sekaligus yang mengakhiri merkantilisme. Oliver Cromwel pada tahun 1651 melaksanakan Act of Navigation yang berisikan:
- Daerah jajahan harus menggunakan kapal Inggris untuk mengirim barang.
- Daerah Eropa harus menggunakan kapal negara asal atau menggunakan kapal Inggris dalam pengiriman barang.
- Kapal yang berlayar di pantai Inggris akan dikenakan denda.
Intinya Inggris menguasai sewa masuk barang dan kapal. Dalam hal ini Belanda adalah pihak yang paling dirugikan, Perancis juga merasa demikian karena memiliki kapal milik negara.
3. Jerman
Pada masa Frederick Willem I (1713-1740) menerapkan Cameralisme dengan menarik pajak yang tinggi kepada pedagang dan kaum industri untuk mengisi kas raja.
4. Belanda
Mendirikan monopoli dagang (VOC) di sebelah timur Tanjung Harapan, Afrika pada tahun 1602.
Kamis, 27 November 2014
Pantun
Diposting oleh
Pronita Stefany Wijaya
di
01.38
Pengertian : Sastra lisan yang berbentuk puisi
Manfaat pantun : media komunikasi, penyampai aspirasi, penjaga alur berpikir manusia, memberi petuah atau nasihat, alat pemelihara bahasa, seni dan hiburan.
Ciri-ciri pantun : terdapat 4 baris dalam 1 bait, bersajak a-b-a-b, satu baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata, baris 1 dan 2 isi, baris 3 dan 4 sampiran (untuk menimbulkan efek bunyi estetika
Struktur pantun : Sampiran/ Pembayang ( Baris 1 dan 2 ), Isi atau maksud (Baris 3 dan 4) sajak a-b-a-b
Berdasarkan isinya pantun dibedakan menjadi : Pantun anak-anak, pantun remaja, pantun orang tua, pantun jenaka, dan pantun teka-teki.
Berdasarkan bentuknya pantun dibedakan menjadi :
1. Pantun biasa
2. Pantun kilat atau karmina
Ciri-ciri : terdiri dari 2 baris, baris 1 sampiran, baris 2 isi, bersajak a-a
Contoh : Dahulu parang sekarang besi
Dahulu sayang sekarang benci
3. Pantun berkait
Ciri-ciri : terdiri dari 2 bait, baris 2 dan 4 pada bait 1 menjadi baris 1 dan 3 pada bait 2
Contoh : Merah-merah buah rambutan
Rambutan matang di keranjang
Setitik cinta aku layangkan
Berbunga-bunga untukmu sayang
Rambutan matang di keranjang
Warnanya merah layaknya bata
Berbunga-bunga untukmu sayang
Tersenyum manis kuterima cinta
4. Talibun
Ciri-ciri : terdiri lebih dari 4 baris tapi harus genap, rumus sajak silang contoh: 6 (a-b-a-b), 8 (a-b-c-d-a-b-c-d), setengah dari banyak baris disebut sampiran setengahnya lagi isi, tiap baris terdiri dari 10 sampai 12 suku kata.
Contoh : Di kala katak tersepak pelita
Menari kuda di batu akik
Dikejar teledu terkena pahat
Jika hendak anak sempurna
Carilah di guru cerdik
Mengejar ilmu dunia akhirat
5. Gurindam
Ciri-ciri : tiap bait terdiri dari 2 baris, rumus sajak a-a, jumlah suku kata 10-14, baris 2 merupakan akibat dari baris 1.
Contoh : Kurang pikir kurang siasat
Tentu dirimu akan tersesat
Langganan:
Postingan (Atom)