Kamis, 27 November 2014

Merkantilisme

Pengertian : Merkantilisme adalah sistem perdagangan ingin memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dalam bentuk logam mulia dengan campur tangan pemerintah.

Ciri-ciri : Proteksi, Nasionalisme, monopoli, dan intervensi pemerintah atau adanya campur tangan pemerintah. 

Pelaksanaan merkantilisme :

1. Perancis 
Pada masa Jean Colbertisme, mentri keuangan Raja Louis XIII menerapkan Colbertisme. Berikut adalah kebijakan-kebijakan yang diambil :
- Menghapus bea cukai dalam negeri/ ekspor
- Bea cukai barang impor mahal 
- Melarang ekspor barang penting 
- Menekan upah buruh sehingga biaya produksi kecil 
- Membeli kredit untuk usaha kecil 
Hal ini sebagai penerapan dari ciri merkantilisme "proteksi".

2. Inggris
Pada masa Henry VIII. Inggris sebgai pelopor sekaligus yang mengakhiri merkantilisme. Oliver Cromwel pada tahun 1651 melaksanakan Act of Navigation yang berisikan:
- Daerah jajahan harus menggunakan kapal Inggris untuk mengirim barang.
- Daerah Eropa harus menggunakan kapal negara asal atau menggunakan kapal Inggris dalam pengiriman barang. 
- Kapal yang berlayar di pantai Inggris akan dikenakan denda. 
Intinya Inggris menguasai sewa masuk barang dan kapal. Dalam hal ini Belanda adalah pihak yang paling dirugikan, Perancis juga merasa demikian karena memiliki kapal milik negara. 

3. Jerman 
Pada masa Frederick Willem I (1713-1740) menerapkan Cameralisme dengan menarik pajak yang tinggi kepada pedagang dan kaum industri untuk mengisi kas raja.

4. Belanda
Mendirikan monopoli dagang (VOC) di sebelah timur Tanjung Harapan, Afrika pada tahun 1602. 

Pantun

Pengertian : Sastra lisan yang berbentuk puisi

Manfaat pantun : media komunikasi, penyampai aspirasi, penjaga alur berpikir manusia, memberi petuah atau nasihat, alat pemelihara bahasa, seni dan hiburan. 

Ciri-ciri pantun : terdapat 4 baris dalam 1 bait, bersajak a-b-a-b, satu baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata, baris 1 dan 2 isi, baris 3 dan 4 sampiran (untuk menimbulkan efek bunyi estetika 

Struktur pantun : Sampiran/ Pembayang ( Baris 1 dan 2 ), Isi atau maksud (Baris 3 dan 4) sajak a-b-a-b

Berdasarkan isinya pantun dibedakan menjadi : Pantun anak-anak, pantun remaja, pantun orang tua, pantun jenaka, dan pantun teka-teki.

Berdasarkan bentuknya pantun dibedakan menjadi : 
1. Pantun biasa 
2. Pantun kilat atau karmina 
    Ciri-ciri : terdiri dari 2 baris, baris 1 sampiran, baris 2 isi, bersajak a-a
    Contoh : Dahulu parang sekarang besi
                 Dahulu sayang sekarang benci
3. Pantun berkait
    Ciri-ciri : terdiri dari 2 bait, baris 2 dan 4 pada bait 1 menjadi baris 1 dan 3 pada bait 2 
    Contoh : Merah-merah buah rambutan 
                 Rambutan matang di keranjang 
                 Setitik cinta aku layangkan 
                 Berbunga-bunga untukmu sayang 

                 Rambutan matang di keranjang 
                 Warnanya merah layaknya bata
                 Berbunga-bunga untukmu sayang 
                 Tersenyum manis kuterima cinta 
4. Talibun 
    Ciri-ciri : terdiri lebih dari 4 baris tapi harus genap, rumus sajak silang     contoh: 6 (a-b-a-b), 8 (a-b-c-d-a-b-c-d), setengah dari banyak baris disebut     sampiran setengahnya lagi isi, tiap baris terdiri dari 10 sampai 12 suku           kata.
    Contoh : Di kala katak tersepak pelita
                 Menari kuda di batu akik
                 Dikejar teledu terkena pahat
                 Jika hendak anak sempurna
                 Carilah di guru cerdik
                 Mengejar ilmu dunia akhirat 
5. Gurindam 
    Ciri-ciri : tiap bait terdiri dari 2 baris, rumus sajak a-a, jumlah suku kata   10-14, baris 2 merupakan akibat dari baris 1.
    Contoh : Kurang pikir kurang siasat
                 Tentu dirimu akan tersesat